The Architecture of Love by Ika Natassa Online

The Architecture of Love
Title : The Architecture of Love
Author :
Rating :
ISBN : 9786020331195
Language : English
Format Type : Paperback
Number of Pages : 304

New York mungkin berada di urutan teratas daftar kota yang paling banyak dijadikan setting cerita atau film. Di beberapa film Hollywood, mulai dari Nora Ephron's You've Got Mail hingga Martin Scorsese's Taxi Driver, New York bahkan bukan sekadar setting namun tampil sebagai "karakter" yang menghidupkan cerita.Ke kota itulah Raia, seorang penulis, mengejar inspirasi setelahNew York mungkin berada di urutan teratas daftar kota yang paling banyak dijadikan setting cerita atau film. Di beberapa film Hollywood, mulai dari Nora Ephron's You've Got Mail hingga Martin Scorsese's Taxi Driver, New York bahkan bukan sekadar setting namun tampil sebagai "karakter" yang menghidupkan cerita.Ke kota itulah Raia, seorang penulis, mengejar inspirasi setelah sekian lama tidak mampu menggoreskan satu kalimat pun.Raia menjadikan setiap sudut New York "kantor"-nya. Berjalan kaki menyusuri Brooklyn sampai Queens, dia mencari sepenggal cerita di tiap jengkalnya, pada orang-orang yang berpapasan dengannya, dalam percakapan yang dia dengar, dalam tatapan yang sedetik-dua detik bertaut dengan kedua matanya. Namun bahkan setelah melakukan itu setiap hari, ditemani daun-daun menguning berguguran hingga butiran salju yang memutihkan kota ini, layar laptop Raia masih saja kosong tanpa cerita.Sampai akhirnya dia bertemu seseorang yang mengajarinya melihat kota ini dengan cara berbeda. Orang yang juga menyimpan rahasia yang tak pernah dia duga.


The Architecture of Love Reviews

  • Daniel

    Ika NatassaThe Architecture of Love Gramedia Pustaka Utama301 pages6.1In her latest effort, The Architecture of Love, Ika Natassa puts her most readable book yet, lessens her trademarked narration that tends to mention tongue-twisting brands, and does not flaunt her characters' opulence and aristocratic behavior too much. Even if her hubris in blabbering Jeopardy-esque trivias is still there, The Architecture of Love is an ode for writers, especially female writers, out there--and that's somethi [...]

  • Pattrycia

    If River was a real person, this would be my version of him.When I first heard of this book from my friends, I wasn't really excited about it. I wasn't one of those loyal fans of Natassa who would willingly wait in front their computer just to pre-order her latest book. To be honest, the blurb doesn't appeal to me & I didn't follow her Twitter Pollstory, so I know nothing of this book. But then, I stumbled upon a review on that claims that this book is Natassa's most readable & "humble" [...]

  • Anidos

    Nggak tahu mau review gimana. Bingung sebenernya. Karena penggunaan sudut pandang orang ketiga di sini terasa janggal. Sekalipun sebagai yang serba tahu, ada kalanya narator tetep keliatan tahu terlalu banyak, tapi selanjutnya saat pindah menceritakan tokoh lain kok kayak nggak tahu apa-apa. Maksudnya mungkin mau menggambarkan isi pikiran tokoh, tapi rasanya jadi kayak opini si narator tentang tokoh. Aneh deh pokoknya. Apalagi sekonyong-konyong ada secuil selipan perubahan sudut pandang ke orang [...]

  • Marina Lee

    Kesel adalah ketika lo reviu panjang2 dan ga ke-save. Njir. Hmm, mungkin buku ini bakalan jadi reviuan gue yang terpanjang deh. Dan kesan pertama ketika menutup buku adalah:Ada beberapa hal yang bikin gue ngasi bintang minimalis gini. Padahal eke biasanya fans Ika loh.Pertama, menurut orang-orang buku ini adalah buku Ika yang paling humble. Acceptable, dalam segi penyebutan nama brand yang nggak sewuow biasanya. Cuma gue gak gitu setuju ya, karena buku ini snobbish dalam bagian pengetahuan. Seak [...]

  • Rina Suryakusuma

    Just one night readingAnd just like always, I love her book so muchAda beberapa penulis yang bukunya wajib saya koleksi dan saya baca, Ika Natassa adalah salah satunyaSejujurnya, nggak semua buku Ika pun saya suka.Underground, contohnyaTapi nggak bisa dipungkiri, Ika punya kelebihan untuk meniupkan jiwa ke karakternya hingga terasa nyata, believableIni yang saya rasakan pada tokoh di buku iniRaia dan RiverNggak susah untuk percaya bahwa kedua orang ini nyataRaia, seorang penulis, yang punya masa [...]

  • Beatrice Cynthia

    Sorry ya sepertinya saya tidak bisa memberikan full mark lagi untuk buku terbaru Ika Natassa padahal waktu mulai membaca di bab-bab awal saya sudah berharap bisa memberikan full mark atau poin bintang terbaik, namun ternyata berharap selain kepada Tuhan itu justru menjerumuskan diri dengan kekecewaan. (halah!) Some of the point inside of this book still annoy me and left a blank part of plot in my mind as an enthusiasm reader. And according to my humble opinion about the plot twist is "sudah ket [...]

  • Sulis Peri Hutan

    Review bisa dibaca di kubikelromance/2016/07The Arcitecture of Love bercerita tentang Raia, seorang penulis bestseller Indonesia yang kehilangan muse setelah bercerai dari suaminya, dia pergi ke New York dengan harapan bisa menulis lagi, menemukan muse yang baru, tapi dua bulan di sana tak kunjung mengakhiri writer's block, belum bisa memecah kebuntuan. Sampai suatu ketika sahabatnya, Erin, mengajak Raia untuk merayakan tahun baru di apartemen temannya, Aga. Di sana dia bertemu dengan lelaki mis [...]

  • Shinta Amelia

    Ika punya tradisi menyebalkan dalam mengeksekusi akhir cerita bagi novel-novelnya. Kalau kau sudah membaca seluruh novel Ika seperti aku, kau pasti akan mengerti mengapa aku merasa GONDOOOOOK sekali dengan yang namanya open ending ala Ika Natassa. Oh enggak, TAoL enggak open ending kali ini, tapi tetap saja ngeselin. Karena ya ampun, masa gitu doang endingnya?! seriusan?! NGESELIN! Huf, sungguh ngeselin. Memodifikasi kata-kata terakhir Raia, "I can't live with that, Ika. I can't live with that [...]

  • Yuli Pritania

    Buka tutup. Buka tutup. Gitu aja terus selama tiga hari terakhir. Nggak pernah se-struggling ini buat namatin novel romance yang tebelnya bahkan cuma 300 halaman.Pertama masalah narasinya kali ya, yang bukan selera saya. Bahasa Inggris dalam dialog nggak masalah, tapi di narasi juga? Too much buat saya. Apalagi di awal-awal. Kata dalam bahasa Inggris nyempil satu-dua dalam tiap kalimat. Apa nggak ada padanannya dalam bahasa Indonesia? Plus, gaya berceritanya yang kurang luwes dan lincah buat say [...]

  • ade

    "Tahu masalah utama perempuan?bukan berat badan, bukan make up, bukan jerawat, fuck any of those shit, semua ada obatnya. tapi tahu yang nggak ada obatnya? semua perempuan selalu jadi gampangan di depan laki laki yang sudah terlanjur dia sayang. "uldn't agree more XD.hamdulillah akhirnya novel ini terbit juga.betulan saya udah ngikutin novel ini dari pas masih #pollstory di twitter. jadi sungguh penasaran dan rindu kali ini ka ika kembali mengusung kisah cinta tapi dalam versi lain. versi 2 oran [...]

  • Sasha (seetheworldwithbooks)

    'Now ask me' pinta River.Raia memandangnya bingung, 'Ask you what?''Pertanyaan yang dulu pernah kamu tanyakan sewaktu kita bertemu terakhir kali di Dharmawangsa.'Raia ingat hanya ada satu pertanyaan yang dia ungkapkan waktu itu. 'Kamu mau apa, Riv?'River menatapnya lekat-lekat. Maju selangkah. 'Aku mau kamu.' ***There is no other words. This book is simply beautiful! I love you to the moon and back, Bapak River dan Ibu Hari Raya :****

  • Marina

    ** Books 153 - 2016 **3,2 dari 5 bintang! Saya suka dengan takaran manisnya yang cukup!Saya suka dengan jakur ceritanya yang lebih masuk akalsaya suka dengan beberapa pengetahuan mengenai Arsitektur New York yang diselipkan didalam buku ini!Meski masih banyak bahasa indonesia yang bercampur satu dengan bahasa inggristetapi menurut saya ini karya mbak Ika Natassa yang lebih "membumi/down-to-earth" ketimbang karyanya yang lainKetimbang cerita lainnya saya paling suka dengan buku ini! :)

  • Gloria Tetelepta

    The story, including the plot, was based on twitter poll. If you follow the story on twitter, it must've crossed your mind that it was some kind of a spoiler. Well, after reading this I can tell you, there are a lot more to it, so don't worry.Rasa-rasanya ini buku pertama yang saya baca dengan POV seperti ini. Sejujurnya agak kurang terbiasa. Bukan karena POVnya, tapi karena apa yang ada di buku itu secara teknis. I was wondering, why did she made it that way? Saya sendiri mulai terbiasa dengan [...]

  • April Silalahi

    Gue gak ikutin Pollstory nya jadi gue gak tau gimana aslinya.Gue bukan penggemar Ika Natassa ampe banget bangetan. Cuma gue emang baca karyanya dya.termasuk novel ini bikin gue penasaran kenapa pollstorynya bisa ditunggu banget.Ika Natassa emang jago banget sama narasinya. Membaca buku ini gue seperti diajak keliling NY sama Raia dan River. Detail tempat sempurna.Gue sempat shock begitu ada kalimat River pembunuh. Gue pikir ya pembunuh dalam arti beneran bunuh, pake pisau atau gak sengaja ngebun [...]

  • Wardah

    Skor aslinya mungkin 2,5 kali ya, separo bintang buat Bapak Sungai, yang, meski tipikal karakter novel Ika, tetep aja susah buat ga naksir.Dari segi cerita, lebih real dan dalam ketimbang CE. Cuma kok rasanya ga emosional ya? Beda sama CE yang bikin capek pas baca.Gaya bahasanya masih sama, campur-campur. Meski kayak CE, TAoL ini masuk buku penulis yang cukuplah bisa ditoleri. Oya walau banyak yang bilang buku ini nggak dipenuh brand, tapi ya ampun itu trivia tentang NY-nya kok ga habis-habis? C [...]

  • ayanapunya

    novel ini terasa lebih down to earth dibanding novel ika natassa sebelumnya. mungkin karena nggak terlalu banyak menyebut merk mahal lagi plus kehidupan ala-ala orang berduit. ide tentang jalan-jalan di kota new york nya juga lumayan keren buat nambahin pengetahuan. sayangnya beberapa narasi terasa membosankan jadinya ada beberap halaman yang diskip

  • Lelita P.

    Saya mengikuti cerita ini di Twitter. Terhanyut, dan termasuk salah satu orang yang gregetan setengah mati begitu episode di Twitter selesai dengan menggantung. Saya menunggu-nunggu buku ini terbit, sangat lama, bahkan kerap meneror Twitter dan Facebook GPU untuk memasukkan buku ini ke , sekadar untuk mengikat buku ini agar tidak ke mana-mana selain di shelve Wishlist saya.Akhirnya, buku ini berhasil saya peroleh. Dan penantian berbulan-bulan itu selesai begitu cepatnya karena buku ini habis dal [...]

  • Fikriah Azhari

    Review lengkap dan sinopsis bisa dicek di: fikriah-bookaddict“Because you're as lost as I am, Raia. And in a city this big, it hurts less when you're not lost alone.” - halaman 96Karya keempat dari Ika Natassa yang saya baca setelah Antologi Rasa, Critical Eleven, dan Twivortiare 2. Saya mengikuti Poll Storynya di Twitter, jadi sangat senang saat tahu River dan Raia akan hadir dalam bentuk buku. Saat tahu bahwa launchingnya di Makassar, tambah senang karena bisa ikut hadir di acara tersebut. [...]

  • Thalya Herdhiyanti

    The Architecture of Love (TAoL) is Ika Natassa's newest baby book and it is as interesting as its big brothers. Though it is not as long as most of her previous books but Ika once again succeeded on delivering broken souls story into a new level.I really admire Ika with her breakthrough movements as a writer, proved by this novel which was introduced to readers by a new concept of writing so called #pollstory, so we, the readers, could actually took part on deciding the story line. What I apprec [...]

  • Yunia Damayanti

    Gilak! Ini buku berhasil bikin gue menahan air di pelupuk mata. Alurnya yang deras tapi kalem, persis kaya Abang River Jusuf. Kak Ika Natassa gak pernah gagal bikin pembacanya terhanyut dalam ceritanya. Buku ini memang sederhana ceritanya, tapi dibungkus dengan sesuatu yang susah dijelaskan pake kata-kata manusia biasaRIUS! The Architecture of Love ini unik dengan caranya sendiri, walaupun dari segi nilai yang terkandung hampir sama dengan Critical Eleven, yaitu tentang berdamai dengan masa lalu [...]

  • Nagisa Paramita

    Say hello to River and Raia. Dua orang yang berusaha berdamai dengan masa lalu, sama-sama "tersesat" ke New York City, dan memulai cerita ini. Sesuai dengan standar Ika Natassa, selalu ada yang baru dari tiap novelnya. Kali ini, bab-bab awal dimulai dengan TwitterPoll Story,cerita berseri yang setiap kelanjutan ceritanya ditentukan oleh pilihan pembaca di Twitter. Siapa yang menyangka tidak lama kemudian, muncul cerita lengkapnya dalam bentuk novel? Secara diksi, kisah, dan gaya bercerita, semua [...]

  • Dion Sagirang

    Nyaris tiga, tapi kayaknya belum nyampe.Bukan jenis buku yang bakal dibaca lebih dari satu kali, seperti dua buku penulis, CE sama AR. Sama seperti yang dilakukan Windry Ramadhina pada Last Forever, buku ini terlalu--saya nggak bisa nyari istilah yang ngena--yang pasti, penulis masih belum berhasil. Ada suara yang jadi kelihatan suaranya penulis yang terlalu cerewet, yang kalau menggunakan sudut pandang pertama, ini tidak menjadi masalah. Atau, saya curiga kalau buku ini awalnya ditulis dengan m [...]

  • Riz

    2.5 Bintangreview menyusul kalo sempat ehehehe*jangan tabok, plis eheheheee*

  • Ayundabhuwana

    Novel yang ringan dan penuh dengan romance, ini adalah novel pertama Ika Natassa yang saya baca. Berlatar di kota New York dan berfokus pada dua karakter utama: Raia seorang penulis yang berusaha untuk menulis sebuah buku lagi, dan River seorang arsitek pendiam misterius yang memiliki masa lalu gelap.Secara umum, buku ini sangat enak dibaca dan ketika membacanya, para pembaca pasti akan susah berhenti karena sudah terbawa dalam suasana di buku ini. Ada banyak hal yang tidak benar-benar AMAZING a [...]

  • Irma Agsari

    Sebagai pembaca The Architecture of Love sejak dalam bentuk poll story, saya harus bilang kalau Kak Ika memang jago bikin geregetan. Rasanya kayak nonton serial TV atau drama Korea yang seminggu cuma tayang dua kali dan selalu ditunggu-tunggu, karena ending tiap episode selalu ketika sedang seru-serunya. Belum lagi, untuk betul-betul sampai ke akhir cerita harus nunggu beberapa bulan. Karena pertama kali diperkenalkan melalui twitter, tentu pembaca The Architecture of Love jadi membludak (siapa [...]

  • Andreas Porwanto

    "Because you're as lost as I am, Raia. And in a city this big, it hurts less when you're not alone."OMG! OMG! OMG! This was so fucking good. It's, by far, my favourite book by Ika Natassa out of all her works. It's impossible not to fall in love with New York like it's almost impossible not to fall in love in the city.This book made me fell in love deeper with NY and I just can't wait to visit those places listed in this book! <3 Raia and River, fave couple ever. The chemistry was just right, [...]

  • Alfiani

    ANDWAEEEEEE Why oh Why Kenapa novel ini berasa pendek banget ceritanya Kak Ika !! Arrgghh sumpah gemes rasanya *pengen jambak2 jilbab and gigit2 bantal*. Nanggung banget !!! Padahal belum puas berpetualang bersama Raia and Bapak Sungai !! Masih pengen lebih lama dan juga masih penasaran sama kelanjutan hubungan mereka berdua U.UBut overall i love all the elements from this book !! Mulai dari setting ceritanya di New York, seolah-olah kita ikutan jalan2 bareng Raia and River, then alur ceritanya [...]

  • Dita Azzahra

    Bukan tentang seorang wanita cantik mapan dan berbakat bertemu dengan pria baik, ganteng, dan sukses yang membuat saya menyukai buku ini. Coret. Yg membuat saya mencintai buku ini. Tapi tentang perkenalan raia dengan river, dua orang patah hati yang bertemu, mencoba sembuh bersama, tidak memaksakan keadaan, dan kebersamaan mereka terasa mengalir begitu saja. Perasaan mereka tumbuh perlahan lahan selembar demi selembar sampai membawa pembaca pada akhir yg manis. River yang terbelah dua antara bel [...]

  • Syafira Angelina

    "I can live with that, Riv. I can live with that."HUWAAAAA!!!!!!!! NGABISIN JUGA AKHIRNYA!!!!Parah-parah-parah.Pertama, kita ke Raia Risjad dulu. Hanya satu hal yang bisa gue bilang. SHE IS ME! IT IS LIKE SOMEONE LITERALLY TAKE MY LIFE AND PUT IT AS A NOVEL. Raia yang malu-malu dalam kata cinta, yang selalu bilang "gak tau" setiap ditanya soal cinta, dan hal lainnya. SHE IS ME IN A NOVEL. Gak pernah serelated ini sama seorang tokoh daripada Raia Risjad yang menjadi top first dan Kugy yang kedua. [...]

  • Aisia (Icha) Fauzi

    The easisest 4 star ever! Saya enggak terlalu banyak baca fiksi Indonesia (and no, bukan karena sombong atau sok dan sebagainya, purely karena menurut saya Bahasa Inggris kadang terasa lebih straight-forward), tp enggak nyesel sama sekali ini karena memutuskan untuk beli buku ini!!!! Honest to God, I finished this book in one sitting, literally. Ceritanya enggak cheesy, back story karakternya enggak terlalu kompleks, and not to mention flat out funny! (Suka banget sama karakter Paul sahabatnya R [...]